Friday, October 25, 2013

Tips Agar Tidak Menjadi Impulsif Belanja Online di Internet


Intenet telah mengubah segalanya menjadi lebih mudah. Salah satu hal yang paling dirasakan adalah kemudahaan berbelanja online. Bagi sebagian orang, belanja online sangatlah membantu karena menghemat banyak waktu dan tenaga. Namun bagi sebagian orang hal tersebut justru merugikan, terutama bagi orang yang memiliki sifat impulsif. Impulsif merupakan sifat seseorang yang membeli berbagai macam hal yang ia lihat tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Hasilnya, ia akan banyak menghabiskan uang dan menyesal di kemudian hari.
Nah, jika Anda sering mengalami hal tersebut atau tidak ingin mengalaminya ketika belanja online di kemudian hari, kali ini Paseban akan mengulas tips trik agar Anda terhindar dari kebiasaan buruk tersebut. Apa sajakah langkah-langkahnya? Simak ulasan Paseban berikut ini.
Jangan Menyimpan Informasi kartu Kredit
Beberapa tahun yang lalu, berbelanja online tidaklah senyaman saat ini. Setiap kita ingin membeli sesuatu, kita harus memasukan detail informasi kartu kredit kita terlebih dahulu. Sekarang, kita tidak perlu lagi terus menerus memasukannya karena toko online tempat kita berbelanja biasanya sudah menyimpan detail informasi tersebut. Hal ini tentu sangat berbahaya karena kita bisa membeli barang apapun hanya dalam sekali klik saja sehingga mendorong kita untuk berperilaku impulsif.
Oleh karena itu, sangat disarankan bagi Anda untuk tidak menyimpan informasi kartu kredit tersebut. Beberapa toko online biasanya sudah menyediakan opsii tersebut. Selain untuk menghidari perilaku impulsif, hal tersebut juga akan membuat keamanan kartu kredit Anda tetap terjaga.
Hapus Cookies dan Browsing History
Salah satu hal yang biasanya membuat kita menjadi berperilaku impulsif adalah ketika melihat item yang direkomndasikan kepada kita di situs toko online tertentu. Item yang direkomendasikan tersebut biasanya dibuat berdasarkan cookies atau browsing history. Oleh karena itu, menghapus keduanya merupakan ide yang bagus agar rekomendasi yang diberikan tidak lagi tepat. Dengan menampilkan item yang kurang menarik perhatian kita, maka secara otomatis kita juga tidak akan tertarik untuk membelinya.
Hentikan Langganan Newsletters
Apakah Anda berlangganan newsletter atau katalog dari toko online langganan Anda? jika iya, maka kini saatnya Anda untuk menghentikan langganan tersebut. Di satu sisi newsletter tersebut memang sangat bermanfaat untuk mengetahui berbagai item terbaru. Namundi sisi lain, hal tersebut akan memicu perilaku impulsif dari diri Anda. oleh karena itu, jika Anda merasa bahwa newsletter atau katalog tersebut justru berakibat buruk bagi Anda, maka berhenti berlangganan adalah tindakan yang sangat tepat.
Tunggu dan sabar
Tips terakhir ini merupakan tips paling efektif untuk mengobati ataupun mencegah perilaku impulsif pada diri Anda. Caranya juga sangat mudah, jika Anda ingin membeli suatu barang, tunggulah hingga 3 bulan. Jika setelah 3 bulan tersebut Anda tetap menginginkannya, maka belilah. Namun jika Anda tidak ingin membelinya, maka Anda harus bersyukur karena Anda telah terhindar dari perilaku impulsif. Jika waktu 3 bulan dirasa terlalu lama atau terlalu singkat, maka Anda dapat mengaturnya sesuai dengan keinginan Anda.
Terdapat tiga alasan kenapa tips terakhir ini sangat manjur untuk mengatasi dan mencegah perilaku impulsif. Pertama, waktu tiga bulan akan memberikan Anda kesempatan untuk berpikir jernih dan mempertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar Anda butuhkan atau tidak. Hal ini sangatlah penting untuk menghindari penyesalan di kemudian hari.
Kedua, tips ini akan memberikan Anda waktu untuk mempelajari lebih lanjut barang yang ingin Anda beli tersebut. Selama waktu tersebut Anda dapat membaca berbagai macam review dari berbagai situs mengenai barang tersebut. Anda juga dapat mencari testimoni dari orang lain yang sudah membelinya, apakah mereka puas atau tidak.
Ketiga, waktu tersebut dapat Anda gunakan untuk menabung. Para pembeli impulsif biasanya membeli barang tanpa memperhitungkan terlebih dahulu uang yang mereka miliki sehingga mereka akan langsung menyeal ketika menyadari uang mereka sudah habis. Oleh karena itu, dengan menunggu selama tiga bulan ini, Anda dapat menabung dan memperhitungkan uang yang Anda miliki agar Anda tidak mengorbankan kebutuhan untuk membeli barang lain yang lebih dibutuhkan.
Sebagai informasi, Paseban juga sebentar lagi akan meluncurkan produk terbarunya yang berbasis e-commerce alias online shopping dengan ciri khasnya tersendiri. Anda akan mendapatkan pengalaman baru dari Paseban e-commerce nanti, seperti apa fitur-fiturnya? tunggu tanggal mainnya


Cara Upgrade Windows 8.1 untuk Pengguna Windows

Akhirnya, Microsoft merilis versi update dari sistem operasi terbarunya, Windows 8.1 pada tanggal 17 Oktober 2013 lalu. Sistem operasi yang diperkenalkan pada bulan Mei 2013 ini, akan menjadi generasi penerus Windows 8 yang diluncurkan setahun yang lalu. Para pengguna Windows pun sekarang sudah bisa melakukan upgrade Windows 8.1 ini. Bahkan, bagi pengguna Windows 8 bisa men-download-nya secara gratis dengan mudah.
Berdasarkan pernyataan yang disampaikan pihak Microsoft, khusus bagi pengguna Windows 8 akan mendapatkan notifikasi di Windows Store untuk melakukan upgrade Windows 8.1. Meskipun sekilas tampilan sistem operasi terbaru ini tidak banyak berbeda dengan Windows 8, tapi Windows 8.1 sudah dibekali dengan berbagai fitur tambahan yang lebih baik. Berikut ini cara meng-upgrade-nya mulai dari pengguna Windows 8, 7, Vista, hingga XP.
  • Windows 8
Versi update Windows 8.1 ini membutuhkan ruang penyimpanan yang agak besar, yaitu sekitar 3 GB. Kemudian, sebelum melakukan upgrade sistem operasi ini, pastikan juga Anda sudah mem-back up data dan meng-update driver pada komputer Anda terlebih dahulu. Selanjutnya, masuk ke Microsoft Store, menu Charms, pilih Setting, klik Your Account, dan klik Sign In. Kemudian, masuk ke Windows Store, dan pilih Update to Windows 8.1 dor free.

Jika pilihan update secara otomatis itu tidak tersedia, maka terlebih dahulu Anda harus melakukan update Windows Patch, dengan cara memilih Change PC Setting di menu Setting, dan kemudian klik Windows Update. Lalu, lakukan instalasi untuk meng-update patch, dan restart komputer Anda. Dalam beberapa percobaan, kemungkinan besar download Windows 8.1 tidak langsung muncul, karena Microsoft butuh waktu untuk mengirimkan update-nya.
Satu hal yang harus diingat, download gratis Windows 8.1 ini hanya tersedia untuk para pemilik lisensi resmi Windows 8. Jadi, jika Anda memiliki versi bajakan, dipastikan akan tidak melakukan upgrade secara otomatis. Selain itu, pengguna Windows 8 Enterprise Editions dan Windows 8 Pro yang diaktivasi melalui server KMS, juga tidak bisa melakukan update secara gratis ke Windows 8.1 melalui Windows Store.
  • Windows 7
Apabila Anda menggunakan Windows 7, maka Anda harus membeli software untuk bisa meng-upgrade-nya ke Windows 8.1. Sistem operasi ini bisa dibeli secara online dengan mendapatkan digital download, atau membeli kepingan DVD-nya. Harganya sendiri, untuk Windows 8.1 Home senilai 119,99 dolar AS atau sekitar Rp 1,3 juta, sedangkan versi Pro dibanderol 199,99 dolar AS atau mencapai Rp 2,2 juta.
Setelah itu, pastikan bahwa komputer Anda memiliki prosesor 1 GHz, kartu grafis DirectX 9, serta RAM 1 GB untuk 32 bit dan 2 GB untuk 64 bit. Kemudian, untuk meng-upgrade-nya, dilakukan melalui fitur Upgrade Assistant Microsoft. Sayangnya, hanya file personal Anda saja yang bisa terbawa ke sistem operasi baru ini. Berbeda saat meng-upgrade dari Windows 8, dimana setting-an Windows dan aplikasi yang sudah ada sebelumnya juga tetap aman.
  • Windows Vista dan XP
Hebatnya, pengguna Windows Vista dan XP juga bisa meng-upgrade Windows 8.1 ini. Hanya saja, prosesnya sedikit agak lebih repot, karena instalasi tidak bisa dilakukan secara online, melainkan harus menggunakan keping DVD. Dalam kata lain, bagi Anda yang memakai sistem operasi Windows Vista dan XP, harus melakukan instal ulang jika ingin melakukan upgrade ke Windows 8.1. Jadi, Anda juga harus menyisihkan uang untuk membelinya.
Sama seperti saat meng-update-nya dari Windows 8 dan 7, Anda juga disarankan untuk menyelamatkan data-data personal yang ada di komputer Anda terlebih dahulu. Karena proses instalasinya ini dilakukan dengan cara instal ulang, maka data-data tersebut bisa saja terhapus jika tidak diamankan. Sedangkan, setting­-an Windows dan aplikasi yang ada sebelumnya, dipastikan akan terhapus saat upgrade ke Windows 8.1 ini dilakukan.
Nah, setelah melakukan upgrade Windows 8.1, Anda pun sudah bisa menikmati sejumlah fitur anyar dari sistem operasi ini. Perubahan mencolok yang terlihat, seperti munculnya kembali tombol Start yang sempat dihilangkan pada Windows 8 dan diganti dengan menu Start ala Windows Phone. Selain itu, Anda juga bisa melakukan booting dengan cara tradisional dalam mode Desktop, dan masih banyak fitur baru lainnya. Silahkan dicoba!


Inilah Lima Kandidat Kuat Calon CEO Microsoft!


Perusahaan penyedia perangkat lunak terbesar, Micrososft,  tengah mencari Chief Executive Officer (CEO) setelah pimpinan mereka Steve Ballmer mengundurkan diri alias pensiun. Posisi krusial perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates ini pun menjadi sorotan utama seluruh media massa. Bagaimana tidak, posisi CEO Microsoft merupakan salah satu posisi prestisius karena  menyangkut kebijakan perusahaah ini  kedepannya.
Adapun beberapa nama yang akan menjadi kandidar CEO Microsoft telah bermunculan. Nama-nama tersebut muncul baik dari kalangan internal maupun dari kalangan eksternal. Tentu nama-nama yang muncul ini merupakan kandidat kuat yang untuk menggantikan posisi Steve Ballmer. Siapa sajakah kandidat-kandidat kuat yang akan menjadi CEO Microsoft ini? Berikut nama-namanya.
  • Stephen Elop
Stephen Elop merupakan salah satu dari sekian nama kandidat kuat CEO Microsoft. Pria kelahiran 31 December 1963 awalnya dikenal sebagai CEO Nokia. September 2013 lalu ia mengundurkan diri dari perusahaan ponsel asal Finlandia tersebut. Namun Elop kini pastinya masih tetap berhubungan dengan Nokia meski secara tidak langsung. Pasalnya, pria yang satu ini kini berada di Microsoft yang notabene sudah mengakusisi Nokia. Di perusahaan Microsoft sendiri, Elop merupakan orang yang akan membawahi divisi Windows Phone, Xbox dan Surface. Pengalamannya sebagai CEO Nokia tentu membuat peluangnya menjabat CEO Microsoft sangat besar
  • Alan Mulally
Kandidat kuat lainnya yang akan mengisi kursi panas di Microsoft adalah Alan Mulally. Pria yang lahir pada tanggal 4 Agustus1945 ini kini menjabat sebagai CEO Ford. Alan Mulally merupakan  kandidat kuat CEO Microsoft karena kepemimpinannya yang luar biasa di perusahaan Ford. Namun bagi beberapa kalangan, Alan Mulally dinilai  bukanlah orang yang tepat memimpin Microsoft. Barangkali penilaian tersebut karena latar belakang yang berangkat dari dunia otomotif.
  • Tony Bates 
Meskipun usianya terlalu muda untuk menjadi CEO Microsoft, namun banyak kalangan yang menilai jika Tony Bates memiliki visi yang bagus kedepannya. Pria yang lahir pada tahun 1967 ini bisa dikatakan sudah cukup berpengalaman untuk menjadi pemimpin tertinggi perusaahan  yang terkenal dengan sistem operasi Windows-nya ini. Pengalamannya di Skype dan Cisco serta jabatannnya sebagai wakil presiden eksekutif untuk bidang pengembangan dan strategi merupakan modal yang cukup baginya untuk memimpin peruasaahaan ini kedepannya.
  • Mark Hurd

Selain Alan Mulally, kandidat eksternal lainnya yang cukup kuat adalah Mark Hurd. Pria yang saat ini menjabat sebagai CEO Oracle ini cukup matang dari segi usia dan pengalaman untuk menjabat sebagai CEO Microsoft. Apalagi pria kelahiran 1 Januari 1957 ini pernah menjabat sebagai CEO Hewlett-Packard sebelum akhirnya bergabungnya di Oracle. Pengalamannya sebagai CEO pada dua perusahaan berbeda tentu menjadi modal yang kuat untuk menduduki posisi yang ditinggalkan oleh Steve Ballmer.
  • Satya Nadella 
Pria asal India yang 44 tahun silam ini merupakan kandidat kuat dari kalangan internal Microsoft. Dedikasinya terhadap Microsoft selama 20 tahun tentu menjadi sesuatu yang patut dihargai. Apalagi pria  ini menunjukan keseriusannya untuk mengabdi di Microsoft dengan mengubah status kewarganegaraannya. Di Microsoft, pria yang terbilang loyal ini menjabat sebagai wakil presiden eksekutif untuk Cloud dan Enterprise group. Jika dirinya ditunjuk menjadi CEO Microsot, tidaklah sulit bagi dirinya untuk beradapatasi dengan perusahaan. Karena Microsoft bagi dirinya tampak sebagai rumah keduanya.
Itulah nama-nama kandidat kuat yang akan memimpin perusahaan Microsoft kedepannya. Kandidat-kandidat tersebut  memiliki potensi yang sama besar untuk memimpin Microsoft kedepannya. Selain kelima kandidat kuat tersebut, beredar juga nama-nama lain seperti Carles Philips (CEO Infor), Paul Maritz (CEO Pivotal) dan beberapa nama lainnya.
Siapapun yang nantinya akan menjadi CEO Microsoft, yang diharapkan oleh banyak orang adalah perubahan kebijakan agar perusahaan menjadi lebih baik. Di era Ballmer, Microsoft pernah melakukan beberapa kesalahan yang menjadi blunder bagi perusahaan, termasuk ketika mengeluarkan tablet Microsoft Surface. Dengan kehadiran CEO yang baru, pastinya diharapkan oleh semua orang agar Microsoft tidak melakukan kesalahan yang sama seperti era Ballmer. Mampukah CEO baru nanti membawa perubahan pada perusahaan ke arah yang lebih baik? Hanya waktu yang mampu menjawabanya.


Diksi / Pilihan Kata

Pengertian Diksi

            Seseorang yang menguasai banyak kosa kata dapat menyampaikan gagasannya dengan baik. Namun, akan lebih baik jika dalam mengungkapkan gagasannya, ia dapat memilih  atau menempatkan kata secara tepat dan sesuai.Pilihan kata (diksi) pada dasarnya adalah hasil dari upaya memilih kata tertentu untuk dipakai dalam kalimat, alinea, atau wacana. Pemilihan kata akan dapat dilakukan bila tersedia sejumlah kata yang artinya hampir sama atau bermiripan. Ketepatan pilihan kata mempersoalkan kesanggupan sebuah kata yang dapat menimbulkan gagasan-gagasan yang tepat pada imajinasi pembaca atau pendengar. Untuk itu, agar gagasan-gagasan tersebut dapat dengan tepat ada pada majinasi pembaca atau pendengar, ketersediaan kata yang dimiliki oleh seorang penulis mutlak diperlukan yaitu berupa perbendaharaan kata yang memadai, seakan-akan ia memiliki daftar kata. Persoalan ketepatan pilihan kata dari daftar kata itu akan menyangkut pula masalah makna kata dan kosa kata seseorang, sehingga dari daftar kata itu dipilih satu kata yang paling tepat untuk mengungkapkan suatu pengertian. Tanpa menguasai sediaan kata yang cukup banyak, tidak mungkin seseorang dapat melakukan pemilihan atau seleksi kata.
            Pemilihan kata bukanlah sekadar kegiatan memilih kata yang tepat, melainkan juga memilih kata yang cocok. Cocok dalam hal ini berarti sesuai dengan konteks di mana kata itu berada, dan maknanya tidak bertentangan dengan nilai rasa masyarakat pemakainya. Untuk itu, dalam memilih kata diperlukan analisis dan pertimbangan tertentu. Hal-hal yang perlu diperhatikan berkenaan dengan pilihan kata adalah di antaranya penulis/pengarang mampu membedakan secara cermat denotasi dan konotasi kata, mampu mengetahui kata kerja yang menggunakan kata depan yang harus digunakan secara idiomatis, mampu membedakan kata-kata yang mirip ejaannya, menghindari kata-kata ciptaan sendiri, waspada terhadap penggunaan kata asing, dan mampu membedakan dengan cermat kata-kata yang hampir bersinonim. Kata-kata yang bersinonim tidak selalu memiliki distribusi yang saling melengkapi. Oleh karena itu, penulis atau pembicara harus berhati-hati memilih kata dari sekian sinonim yang ada untuk menyampaikan apa yang diinginkannya, sehingga tidak timbul interpretasi yang berlainan, sebagai contoh, kata matibersinonim dengan mampus, meninggal, wafat, mangkat, tewas, gugur, berpulang,kembali ke haribaan Tuhan. Akan tetapi, kata-kata tersebut tidak dapat bebas digunakan. Mengapa? Ada nilai rasa dan nuansa makna yang membedakannya. Kita tidak dapat mengatakan Kucing kesayanganku wafat tadi malam. Sebaliknya, kurang tepat pula jika kita mengatakan Menteri Fulan mati tadi malam. Itulah contoh hasil analisis dan pertimbangan tertentu. Jadi, ketepatan makna kata menuntut pula kesadaran penulis atau pembicara untuk mengetahui bagaimana hubungan antara bentuk bahasa (kata) dengan referensinya. Demikian pula masalah makna kata yang tepat meminta pula perhatian penulis atau pembicara untuk tetap mengikuti perkembangan makna kata dari waktu ke waktu.
Dari uraian di atas ada tiga hal yang dapat kita simpulkan, yaitu :
(1) kemampuan memilih kata hanya dimungkinkan bila seseorang menguasai banyak kosa kata,
(2) pilihan kata mengandung pengertian upaya atau kemampuan membedakan secara tepat kata-kata yang memiliki nuansa makna yang bersinonim,
(3) pilihan kata menyangkut kemampuan untuk memilih kata yang tepat dan cocok untuk situasi atau konteks tertentu.
Dengan demikian bahwa pilihan kata sebenarnya berhubungan dengan tutur dan tata tulis untuk mewadahi pikiran. Untuk memilih kata dengan tepat, diperlukan penguasaan kosa kata yang memadai. Kata yang dipilih harus dapat memberi ketepatan makna karena pada masyarakat tertentu sebuah kata sering mempunyai makna yang baik , dan pada masyarakat lain memberikan makna yang kurang baik. Penggunaan kata harus sesuai dengan norma kebahasaan masyarakat. Agar tidak salah, gunakanlah kamus sebagai pedoman dalam pemilihan kata. Karena dengan menggunakan kamus, kata-kata yang disajikan tidak hanya sebatas kata, tetapi juga beserta contoh kalimatnya, sehingga kita bisa melihat dengan tepat konteks kata tersebut.
Jadi, yang dimaksud dengan pilihan kata / DIKSI adalah kesanggupan sebuah kata untuk menimbulkan gagasan-gagasan yang tepat pada imajinasi pembaca atau pendengar, seperti apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh penulis atau pembicara. Agar maksud dan tujuan pilihan kata dapat tercapai seperti apa yang telah dituliskan pada definisi tersebut diperlukan semacam indikator bahwa si pendengar atau pembaca dapat memiliki gambaran atau perasaan yang sama layaknya penulis atau pembicara, yaitu :
(1) dapat mengomunikasikan gagasan dan sesuai berdasarkan kaidah suatu bahasa, dalam hal ini adalah kaidah bahasa Indonesia,
(2) menghasilkan komunikasi puncak (yang paling efektif) tanpa salah penafsiran atau salah makna,
(3) menghasilkan respon pembaca atau pendengar sesuai dengan harapan penulis atau pembicara, dan
(4) menghasilkan target komunikasi yang diharapkan.
Untuk itu diperlukan sesuatu yang disebut dengan kesesuaian pilihan kata danketepatan pilihan kata walaupun kedua kata tersebut memiliki arti yang berbeda. Ketepatan pilihan kata berkenaan dengan apakah kata yang digunakan sudah setepat-tepatnya, sehingga tidak menimbulkan anggapan yang lain antara pembicara dan pendengar atau penulis dengan pembaca. Adapun yang berkenaan dengan kesesuain pilihan kata, apakah kata yang digunakan tersebut tidak merusak suasana atau menyinggung perasaan orang yang diajak berbahasa.
Agar seseorang dapat mendayagunakan bahasa secara maksimal diperlukan kesadaran betapa pentingnya menguasai kosakata. Penguasaan kosa kata tidak akan perrnah lepas dari kemampuan menggunakan pilihan kata secara tepat. Memilih kata yang tepat untuk dapat menyampaikan gagasan ilmiah menuntut penguasaan, seperti
(1) keterampilan yang tinggi terhadap bahasa yang digunakan,
(2) wawasan bidang ilmu yang dtulis,
(3) konsistensi penggunaan sudut pandang, istilah, baik dalam makna maupun bentuk agar tidak menimbulkan salah penafsiran,
(4) syarat ketepatan kata, dan
(5) syarat kesesuaian kata. Oleh karena itu, ketepatan pemilihan kata terkait dengan konsep, logika, dan gagasan yang hendak ditulis dalam karangan.
Ketepatan tersebut akan dapat menghasilkan kepastian makna, sedangkan kesesuaian kata menyangkut kecocokan antara kata yang dipakai dengan situasi yang hendak diciptakan, sehingga tidak mengganggu suasana batin, emosi, atau psikis antara penulis dan pembacanya, pembicara dan pendengarnya. Oleh karena itu, untuk menghasilkan karangan berkualitas, penulis harus memperhatikan ketepatan dan kesesuaian kata.  Agar dapat memiliki ketepatan dan kesesuaian kata dalam pemilihan kata, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.



Ragam Bahasa

Ragam bahasa
Yang dimaksud dengan ragam atau variasi bahasa adalah bentuk atau wujud bahasa yang ditandai oleh ciri-ciri linguistik tertentu, seperti fonologi, morfologi, dan sintaksis. Di samping ditandai oleh cirri-ciri linguistik, timbulnya ragam bahasa juga ditandai oleh cirri-ciri nonlinguistic, misalnya, lokasi atau tempat penggunaannya, lingkungan sosial pemakaiannya, dan lingkungan keprofesian pemakai bahasa yang bersangkutan.
Berdasarkan pokok pembicaraan, ragam bahasa dibedakan antara lain atas:
§  Ragam bahasa undang-undang
§  Ragam bahasa jurnalistik
§  Ragam bahasa ilmiah
§  Ragam bahasa sastra
Berdasarkan media pembicaraan, ragam bahasa dibedakan atas:
1.     Ragam Lisan
Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide. Contoh ragam lisan antara lain meliputi:
§  Ragam bahasa cakapan
§  Ragam bahasa pidato
§  Ragam bahasa kuliah
§  Ragam bahasa panggung
Ciri-ciri ragam bahasa lisan :
a.    Memerlukan kehadiran orang lain
b.    Unsur gramatikal tidak dinyatakan secara lengkap
c.    Terikat ruang dan waktu
d.    Dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suara
Kelebihan ragam bahasa lisan :
a.    Dapat disesuaikan dengan situasi.
b.    Faktor efisiensi.
c.    Faktor kejelasan karena pembicara menambahkan unsure lain berupa tekan dan gerak anggota badan agah pendengar mengerti apa yang dikatakan seperti situasi, mimik dan gerak-gerak pembicara.
d.    Faktor kecepatan, pembicara segera melihat reaksi pendengar terhadap apa yang dibicarakannya.
e.    Lebih bebas bentuknya karena faktor situasi yang memperjelas pengertian bahasa yang dituturkan oleh penutur.
f.     Penggunaan bahasa lisan bisa berdasarkan pengetahuan dan penafsiran dari informasi audit, visual dan kognitif.
Kelemahan ragam bahasa lisan :
a.    Bahasa lisan berisi beberapa kalimat yang tidak lengkap, bahkan terdapat frase-frase sederhana.
b.    Penutur sering mengulangi beberapa kalimat.
c.    Tidak semua orang bisa melakukan bahasa lisan.
d.    Aturan-aturan bahasa yang dilakukan tidak formal.
2.     Ragam Tulis
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide. Contoh ragam lisan antara lain meliputi:
§  Ragam bahasa teknis
§  Ragam bahasa undang-undang
§  Ragam bahasa catatan
§  Ragam bahasa surat
Ciri-ciri ragam bahasa tulis :
a.    Tidak memerlukan kehaduran orang lain.
b.    Unsur gramatikal dinyatakan secara lengkap.
c.    Tidak terikat ruang dan waktu
d.    Dipengaruhi oleh tanda baca atau ejaan.
Kelebihan ragam bahasa tulis :
a.    Informasi yang disajikan bisa dipilih untuk dikemas sebagai media atau materi yang menarik dan menyenangkan.
b.    Umumnya memiliki kedekatan budaya dengan kehidupan masyarakat.
c.    Sebagai sarana memperkaya kosakata.
d.    Dapat digunakan untuk menyampaikan maksud, membeberkan informasi atau mengungkap unsur-unsur emosi sehingga mampu mencanggihkan wawasan pembaca.
Kelemahan ragam bahasa tulis :
a.    Alat atau sarana yang memperjelas pengertian seperti bahasa lisan itu tidak ada akibatnya bahasa tulisan harus disusun lebih sempurna.
b.    Tidak mampu menyajikan berita secara lugas, jernih dan jujur, jika harus mengikuti kaidah-kaidah bahasa yang dianggap cenderung miskin daya pikat dan nilai jual.
c.    Yang tidak ada dalam bahasa tulisan tidak dapat diperjelas/ditolong, oleh karena itu dalam bahasa tulisan diperlukan keseksamaan yang lebih besar.
Ragam bahasa menurut hubungan antarpembiacra dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara
§  Ragam bahasa resmi
§  Ragam bahasa akrab
§  Ragam bahasa agak resmi
§  Ragam bahasa santai
§  dan sebagainya
Ragam Bahasa Berdasarkan Penutur
1.      Ragam bahasa berdasarkan daerah disebut ragam daerah (logat/dialek). 
Luasnya pemakaian bahasa dapat menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. Bahasa Indonesia yang digunakan oleh orang yang tinggal di Jakarta berbeda dengan bahasa Indonesia yang digunakan di Jawa Tengah, Bali, Jayapura, dan Tapanuli. Masing-masing memilikiciri khas yang berbeda-beda. Misalnya logat bahasa Indonesia orang Jawa Tengah tampak padapelafalan/b/pada posisiawal saat melafalkan nama-nama kota seperti Bogor, Bandung, Banyuwangi, dll. Logat bahasa Indonesia orang Bali tampak pada pelafalan /t/ seperti pada kata ithu, kitha, canthik, dll.
2.      Ragam bahasa berdasarkan pendidikan penutur. 
Bahasa Indonesia yang digunakan oleh kelompok penutur yang berpendidikan berbeda dengan yang tidak berpendidikan, terutama dalam pelafalan kata yang berasal dari bahasa asing, misalnya fitnah, kompleks,vitamin, video, film, fakultas. Penutur yang tidak berpendidikan mungkin akan mengucapkan pitnah, komplek, pitamin, pideo, pilm, pakultas. Perbedaan ini juga terjadi dalam bidang tata bahasa, misalnya mbawa seharusnya membawa, nyari seharusnya mencari. Selain itu bentuk kata dalam kalimat pun sering menanggalkan awalan yang seharusnya dipakai.
contoh:
1) Ira mau nulis surat à Ira mau menulis surat
2) Saya akan ceritakan tentang Kancil à Saya akan menceritakan tentang Kancil.
3.      Ragam bahasa berdasarkan sikap penutur. Ragam bahasa dipengaruhi juga oleh setiap penutur terhadap kawan bicara (jika lisan) atau sikap penulis terhadap pembawa (jika dituliskan) sikap itu antara lain resmi, akrab, dan santai. Kedudukan kawan bicara atau pembaca terhadap penutur atau penulis juga mempengaruhi sikap tersebut. Misalnya, kita dapat mengamati bahasa seorang bawahan atau petugas ketika melapor kepada atasannya. Jika terdapat jarak antara penutur dan kawan bicara atau penulis dan pembaca, akan digunakan ragam bahasa resmi atau bahasa baku. Makin formal jarak penutur dan kawan bicara akan makin resmi dan makin tinggi tingkat kebakuan bahasa yang digunakan. Sebaliknya, makin rendah tingkat keformalannya, makin rendah pula tingkat kebakuan bahasa yang digunakan.