Banyaknya kejadian ponsel pintar terbakar dan meledak selama
beberapa bulan terakhir, tentu membuat siapa saja was-was. Jika Anda berpikir
pemicunya karena penggunaan perangkat pendukung yang tidak orisinil, tidak
benar.
Kendatipun menggunakan komponen perangkat resmi perusahaan, jika diikuti dengan
penggunaan yang tidak bijaksana maka bukan tidak mungkin juga memancing
percikan api. Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk
menghindari kejadian serupa dari pakar teknologi Teguh Prasetya saat dihubungi Okezone, Selasa (17/9/2013):
1. Buat timer pada
steker atau colokan listrik (banyak terdapat di toko elektronik). Sehingga,
Anda bisa men-set berapa lama waktu untuk memutus aliran
listrik secara otomatis.
2. Sebelum men-charge, pastikan
terlebih dahulu baterai sudah kuning. Jangan tunggu sampai benar-benar habis
(berwarna merah).
3. Lepas atau cabut charger dari
perangkat Anda ketika sudah penuh dengan segera. Biasanya pengisian baterai
untuk ponsel paling lama memakan waktu sampai tiga jam. Akan tetapi, kembali
lagi pada jenis perangkatnya itu sendiri. Di mana, semakin besar kapasitas
baterai maka semakin lama juga waktu pengisian dayanya.
4. Jika Anda mau membeli charger tambahan,
pastikan terlebih dahulu sesuai dengan daya kebutuhan perangkat. Misalnya,
kapasitas baterai perangkat 2 Ampere maka jangan sampai mengisi baterainya
dengan perangkat pendukung berkapasitas di atas atau di bawah itu. Hal itu akan
merusak perangkat.
5. Jangan malas untuk membaca user guide pada
kotak atau boks ponsel. Sebab, berbagai informasi dijelaskan disitu agar
pengguna dapat lebih memahami spesifikasi dari perangkatnya.
“Bijaksanalah dalam menggunakan device Anda.
Umumnya, baterai perangkat elektronik memiliki batas umurnya masing-masing.
Singkatnya, jika kondisi ketahanan baterai mulai berkurang maka bisa jadi itu
pertanda ‘bocor’ dan waktunya untuk diganti,” pungkas Teguh.

No comments:
Post a Comment